Hal ini dikarenakan kurangnya petunjuk arah yang mengarah kedalam underpass. Sehingga, pengendera masih bingung jika masuk kedalam underpass yang bercabang tersebut.
Kadishub DKI Jakarta Ardiansyah mengakui kurangnya rambu lalu lintas di underpass tersebut.
Pihaknya menyerahkan kepada kontraktor pembangunan underpass Jaya Konstruksi untuk menambahkan rambu lalu lintas agar pengguna jalan tidak bingung.
"Kami minta tidak saat dia akan masuk underpass saja, minimal jarak 50 meter sebelum underpass sudah ada rambu. Sehingga masyarakat sudah bisa memilih mau kemana, mau ke Salemba atau mau ke kampung Melayu atau Pramuka," ujar Ardiansyah di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).
Sebelumnya, Ardiansyah mendapat teguran dari wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno perihal kemacetan di underpass saat meninjau langsung lokasi pada Selasa (10/4) malam.
Ardiansyah berjanji akan memasangkan rambu manual tambahan untuk memperjelas arah bagi para pengendara.
"Saya mengusulkan (rambunya) manual saja, apalagi penerangan di bawah (underpass) sudah sangat bagus," tutupnya.
[nes]