Menurut Maryanti seharusnya media penyiaran lokal merupakan pihak yang mengutamakan acara tersebut dibanding televisi nasional. Namun sejak proses lelang dibuka tidak ada media penyiaran lokal yang mengikuti mekanisme pelelangan, sehingga pihaknya tidak bisa akomodir.
"Kami sebagai pihak penyelenggara, tidak bisa semaunya kami langsung menentukan media penyiaran lokal, jika media tersebut tidak mengikuti proses lelang yang dilaksanakan secara terbuka dan online," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (30/3).
Maryanti menjelaskan berdasarkan mekanisme yang berlaku proses penentuan media penyiarannya menggunakan mekanisme lelang. KPUD tidak berhak memilih media televisi mana yang cocok untuk meyiarkan debat antar calon gubernur NTT.
Maryanti menambahkan karena menggunakan dana pemerintah dengan total pagu anggarannya Rp1,6 Miliar, maka berdasarkan Perpres No. 04 Tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa, pihaknya membuka lelang untuk penyiaran debat kandidat calon gubernur dan dimenangkan oleh Inews TV.
"Setelah membuka proses lelang, ada 84 media yang mendaftar, tapi yang memasukkan penawaran hanya dua media yaitu
Lintas Multimedia TV Makasar dengan nilai penawarannya melebihi pagu anggaran yakni Rp4,7 Miliar dan
I News TV yang memenangkan lelang dengan penawaran Rp1,54 Miliar," ujar Maryanti.
Maryanti menambahkan debat publik antar pasangan calon gubernur NTT ini akan berlangsung sebanyak tiga kali yakni pada tanggal 5 April, 8 Mei dan 23 Juni 2018.
Terdapat tiga panelis yang akan menyusun pertanyaan dalam debat itu yakni Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Fredrik Lukas Benu, Dosen Univesitas Kristen Artha Wacana Kupang Frits Oscar Fanggidae dan seorang kalangan profesional Theodorus Widodo.
Adapun acara debat berlangsung di Jakarta dan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.
"Kenapa memilih debat di Jakarta, karena dengan dana Rp1,5 miliar, tidak mungkin bisa melakukan debat di Kupang, karena
INew harus mendatangkan dan menyewa alat dan itu membutuhkan dana besar antara Rp2 sampai Rp3 miliar. Tapi yang paling penting nanti, pada tanggal 5 April pukul 20.00 Wita masyarakat NTT bisa menyaksikan debat pasangan calon gubernur," tutupnya.
[nes]