"Ya kan biasa. Artinya begini, satu kebijakan kan kita amati dan kita evaluasi hari-harinya kan," ujarnya di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).
Menurut Sigit proses rekayasa lalu lintas yang diberlakukan demi menyukseskan kebijakan Gubernur DKI dalam manata Tanah Abang dan mengubah pola prilaku masyarakat agar lebih menggunakan transportasi massal.
"Kami membangun kawasan Tanah Abang. Bagaimana pendekatan transportasi ini bisa mengubah pola perjalanan dan nanti juga merubah pola perilaku masyarakat. Khususnya menggunakan angkutan umum," tandasnya.
Sigit juga mengaku Pemprov DKI secepatnya akan membangun shuttle bus di Kawasan Tanah Abang untuk mengintegrasikan angkutan umum dan Transjakarta Tanah Abang Explorer.
"Untuk angkutan lanjutannya, karena kalau sekarang ini kan menumpuk di satu titik di pintu keluar. Nah ini kita sekarang dengan penyediaan shuttle ini membagi nih distribusi titik-titik kumpul ini tidak disatu lokasi," demikian Sigit.
[san]