Sumbangan yang diberikan Sandi bukan dalam bentuk uang, melainkan berupa makanan dalam hidangan utama, pembuka dan hidangan penutup.
"Main Course, appetizers, dan dessert saya. Semakin banyak makin bagus, karena ini untuk pasangan-pasangan yang akan memulai hidup baru," ujar Sandi di gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu, (20/12).
Nikah massal yang diikuti oleh 524 peserta ini rencananya digelar di park and ride Jalan MH Thamrin Nomor 10, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada 31 Desember 2017 malam.
Pemprov tidak hanya memberikan fasilitas, mahar berupa emas berbentuk deposito bagi para peserta nikah massal juga telah disediakan.
Selain emas, Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Badan Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) DKI menyiapkan mahar berupa alat shalat dan Al Quran.
Adapun mahar yang diberikan yakni emas digital dari PT ANTAM yang bekerja sama dengan Tamasia, Hijabers Community, Permata, dan Badan Koordinasi Majelis Talim yang tersebar di Indonesia.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan pakaian nikah adat Betawi untuk pernikahan tersebut. Ada pula pelaminan yang akan disiapkan untuk berfoto secara bergantian. Nikah massal ini dikhususkan untuk warga ber-KTP DKI dan merupakan warga tidak mampu.
[nes]