"Dari panen periode ini diperoleh produksi sebanyak 6.674 ton gabah kering giling atau setara 4.218 ton beras,†ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, I Made Dikantara dalam acara panen padi di Kota Besi, Kotawaringin Timur, Senin (18/12).
Khusus untuk panen hari ini, lanjutnya, petani akan memanen di atas lahan seluas 150 hektar. Sisanya akan dilanjutkan secara bertahap,†kata Dikantara.
Menurutnya, apabila petani di Kotawaringin pada umumnya menerapkan sistem teknologi Jarwo Super Spesifik Lahan Pasang Surut yang mampu meningkatkan produktivitas padi sebanyak 49,9 persen. Sehingga petani dapat memanen 96,4 ton per hektar gabah kering.
"Ini tentu menambah lagi produksi padi di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan menjamin persediaan beras aman,†jelasnya.
Kata Dikantara, selama ini kebutuhan beras warga Kotawaringin hanya 4.421 ton beras ler bulan. Dengan kata lain kabupaten ini akan surplus beras hingga 1.147 ton kali ini.
Dia mengakui, bantuan dari pemerintah pusat dan daerah sangat berperan besar dalam mempengaruhi keberhasilan petani kali ini. Diantaranya seperti pompa air, traktor, alat tanam dan benih berkualitas, sehingga teknologi Jarwo Super ini dapat diaplikasikan dengan baik di wilayah yang masuk kategori sebagai lahan rawa pasang surut.
"Pendampingan yang dilakukan tim BPTP Kalimantan Tengah dan Penyuluh serta tim Koramil Kota Besi sangat kami rasakan manfaat dan hasil yang diperoleh. Sehingga model pendampingan seperti ini akan terus kami tingkatkan di wilayah kami lebih-lebih ketika musim paceklik seperti periode saat ini,†katanya.
Dikantara menambahkan, sebelumnya di periode September - Januari tahun 2016 produktivitas padi warganya hanya mencapai 3,5 ton per hektar.
"Namun kali ini meningkat hingga 5,2 ton per hektar," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: