Menurut Uchok, banyak kontraktor yang menunggu mekanisme yang akan dipakai oleh Anies Baswedan.
Dalam kepemimpinan Anies, Pemprov DKI berencana menghapus mekanisme lelang konsolidasi era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Rencana tersebut sedang dalam kajian.
"Gara-gara (penghapusan) lelang konsolidasi ini, penyerapan jadi terganggu karena banyak lelang terganggu," ujar Uchok kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan WhatsApp, Senin (18/12).
Faktor lain yang menyebabkan terhambatnya penyerapan anggaran yakni tidak bekerjanya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Menurut Uchok banyak kepala dinas yang merasa khawatir terkena mutasi saat digantinya kepemimpinan di Jakarta. Untuk itu jugalah para kepala dinas menunggu instruksi sang gubernur baru.
"Itu yang menjadikan mereka tidak maksimal untuk merealisasikan APBD (2017)," ujar Uchok.
Nah, agar penyerapan APBD 2018 maksimal. Uchok menghimbau Anies untuk merombak semua jajarannya. Utamanya mengganti Sekda dan semua kepala dinas DKI Jakarta.
"Ganti dulu para kepala dinas, agar realisasi anggaran bisa ngebut lagi. Jangan lupa ganti Sekda DKI Jakarta agar tidak menganggu realisasi anggaran," tegas Uchok.
Sebelumnya, Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah memprediksi Pemrov DKI hanya akan mampu menyerap APBD sebanyak 86 persen. Namun di satu sisi, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan baru-baru ini mengusulkan kenaikan APBD tahun 2018 menjadi Rp.77,1 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp 76 triliun.
[nes]