Untuk tahap awal, PD Pasar Jaya akan membangun bioskop rakyat di delapan lokasi, antara lain berada di Pasar Baru, Jakarta Pusat dan Pasar Telukgong, Jakarta Utara.
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, rencana tersebut bertujuan untuk mengubah stigma bioskop rakyat yang kerap dipandang negatif.
"Negatif artinya kumuh. Kemudian banyak hal yang akan kita perbaiki branding-nya dan Pasar Jayanya," kata Arief di Kantor Pusat PD Pasar Jaya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).
Menurut Arief, nantinya bioskop rakyat akan beroperasi sebagaimana bioskop pada umumnya. Pemutaran film dilakukan tiap hari dengan jam yang terjadwal.
Hanya saja, pilihan film yang ditayangkan agak sedikit berbeda. Arief mengatakan, film yang diputar tidak melulu film box office, melainkan film nasional dengan berbagai genre mulai dari hiburan, drama, hingga dokumenter.
"Justru kita akan usahakan film-film Indonesia," ujar Arief.
Bioskop rakyat diharapkan bisa beroperasi mulai tahun 2018.
Arief mengharapkan PARFI diharapkan bisa membantu ide PD Pasar Jaya untuk mewujudkan bioskop rakyat tersebut mengingat PD Pasar Jaya dan PARFI kini bekerjasama sebagai operator penyelenggara pemutaran film dan manajemen operasional teater.
"Ide mikro-cinema nanti PARFI juga bisa bantu. Itulah kemudian salah satu yang menarik dan bisa menghibur masyarakat marjinal," terang Arief.
Harga tiket yang dipatok direncanakan Rp20 ribu untuk umum dan Rp15 ribu untuk pemegang KJP dan Pasukan Oranye.
"Penerima KJP dan PPSU semua sudah bisa menikmati hiburan-hiburan yang diberikan di pasar," pungkas Arief.
[dem]
BERITA TERKAIT: