Wahdi Komit Bangun Generasi Muda Kreatif

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 14 Oktober 2017, 16:27 WIB
Wahdi Komit Bangun Generasi Muda Kreatif
Foto: Istimewa
rmol news logo Organisasi masyarakat yang tergabung dalam Wadah Da’wah Islamiyah (Wahdi) menggelar acara Gebyar Dzikir dan Sholawat bersama Wahdi dan 200 anak yatim di Jatimakmur Pondok Gede Bekasi, baru-baru ini. Gerakan sosial dan keagamaan yang digelar dua minggu sekali ini menjadi komitmen dalam bekerja nyata di masyarakat.

“Kegiatan Sholawat dan santunan anak yatim rutin dilakukannya dalam dua minggu sekali. Termasuk pengajian mingguan, bulanan dan tahunan. Kegiatan keagamaan dan sosial ini bertujuan untuk menjalankan Amar Ma’ruf Nahyi Mungkar,” jelas pimpinan Wahdi, Wahyudi Abdul Majid, dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, sesaat tadi (Sabtu, 14/10).

Dia menjelaskan, kegiatan Wahdi selama ini, seperti santunan anak yatim murni bantuan dari para donator Wahdi yang peduli terhadap sosial dan keagamaan di Bekasi.

”Wahdi tidak pernah menerima bantuan apalagi menggunakan dana APBD dari Pemprov Bekasi dalam kegiatannya. Bantuan selama ini murni dari para donator non pemda,” kata anak mantan Lurah Pondok Gede ini.

Lebih lanjut Yudi mengatakan, tujuan Wahdi tidak lain untuk membangun generasi muda yang kreatif, inovatif dan produktif. Dengan begitu, kemandirian ekonomi kerakyatan di Bekasi bisa diwujudkan.

Tak hanya itu, Wahdi juga melakukan kegiatan Gerakan Sehari Serebu (Gassebu) di kawasan Jatimakmur Pondok Gede.

“Unit usaha mitra Wahdi ini sudah menyiapkan sekitar 500 kotak Gassebu yang akan ditebar di setiap warung-warung. Gassebu ini untuk membangun ekonomi umat dari umat untuk umat,” jelasnya.

unit usaha yang dibangun Wahdi juga untuk mengembangkan jiwa dan semangat entreprenership generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi.

”Kami selalu memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anggota Wahdi dan masyarakat, baik agama, sosial, politik, ekonomi, keamanan, budaya, teknologi dan lainnya. Pelatihan ini supaya mereka bisa tumbuh menjadi generasi mandiri yang dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri, dan bermanfaat bagi orangtua, bangsa dan negara. Ini tujuan kami,” tegasnya.

Yudi menambahkan, Wahdi adalah salah satu wadah anak muda dari berbagai profesi ini, mulai dari tukang parkir, mantan preman, anak putus sekolah, anak yatim, supir angkot, ojek dan lainnya. Mereka diberikan pelatihan dan pembekalan ilmu pendidikan.

”Kualitas SDM nya harus ditingkatkan, sehingga generasi muda kita bisa memiliki daya saing tinggi dengan negara luar, baik di Pasar Bebas ASEAN atau Asean Free Trade Area (AFTA), sekaligus Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tandasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA