Usai Dilantik, Sri Sultan Dan Pakualam Diminta Fokus Atasi Kemiskinan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 10 Oktober 2017, 12:23 WIB
rmol news logo Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Sri Paduka Pakualam X  dilantik di Istana Negara, Jakarta, hari ini (Selasa, 10/10)

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan tersebut. Dia berharap agar Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Pakualam X senantiasa sehat dan tetap dalam lindungan Allah SWT.

"Alhamdulillah, pelantikan sesuai harapan masyarakat yakni pada Selasa, 10 Oktober 2017. Pelantikan yang tepat waktu ini patut kita syukuri, sehingga pembahasan KUA PPAS APBD 2018 tidak terganggu. Selamat atas proses pelantikan Sultan HB X dan KGPAA Pakualam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY," ujarnya kepada redaksi.

Dukungan itu diberikan Eko agar gubernur dan wakil gubernur DIY bisa segera bekerja untuk menjalankan pembangunan yang membawa rakyat Yogyakarta lebih sejahtera.

Secara khusus, politisi muda PDIP itu menyatakan ada sejumlah pekerjaan rumah untuk DIY, yaitu masih adanya masalah angka kemiskinan 13,02 persen dan kesenjangan, gini ratio saat ini 0,43 yang memerlukan solusi kebijakan pemerintah daerah dalam waktu cepat dan dengan kebijakan yang tepat.

"Ke depan program kita harapkan pembangunan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja, kemudahan akses modal bagi UMKM dan program peningkatan pendapatan masyarakat serta pemerataan hasil pembangunan yang dirasakan seluruh masyarakat DIY," kata Eko Suwanto.

Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Alam X sebagai dwitunggal dalam memimpin DIY perlu melakukan penyelarasan perencanaan pembangunan antar kab/kota dengan DIY dalam mewujudkan harapan rakyat sesuai dengan tujuan Keistimewaan DIY, yakni mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman masyarakat DIY.
 
Eko Suwanto menyebutkan bahwa usai pelantikan ada momentum penting yaitu di tahun 2018 agar segera menyelesaikan pekerjaan rumah, yaitu bekerja keras untuk menurunkan angka pengangguran dan kesenjangan (gini ratio).

"Kita harapkan dukungan masyarakat untuk bersatu padu bersama Pemda dan DPRD, bekerja keras mewujudkan proses pembangunan untuk rakyat sesuai tujuan keistimewaan, pembangunan yang memuliakan rakyat Yogyakarta yang ditandai dengan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan sosial. Kita harapkan dengan kerja keras, dalam 2 tahun kedepan Gini Rasio bisa dibawah rata-rata nasional," kata Eko Suwanto. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA