Hingga saat ini, sebagian pengungsi masih menempati tenda darurat yang dibangun di Posko Pengungsian GBKP Simpang Enam, Kabanjahe, Karo. Sebagian diantara mereka bahkan sudah menempati tenda tersebut sejak tahun 2013.
"Kami minta agar secepatnya pemerintah membuat hunian tetap untuk kami," kata salah seorang pengungsi asal Desa Sigaranggarang, Derliana Sitepu, Selasa (3/10).
Selain hunian tetap yang dijanjikan oleh pemerintah, para pengungsi juga berharap pemerintah merealisasikan bantuan lahan.
"Karena kalau cuma diberi rumah tak diberi ladang, kami mau makan apa?" ujar Derliana yang sudah menempati posko penampungan sejak 2013.
Menurutnya, ketiadaan hunian tetap dan ladang membuat para pengungsi tidak memiliki sumber nafkah. Satu-satunya yang mereka lakukan yakni menjadi buruh harian pada ladang-ladang warga yang membutuhkan bantuan tenaga. Namun permintaan untuk bekerja di ladang warga tidak datang setiap hari.
"Kami tidak bekerja. Ada Kegiatan kalau ada orang memanggil untuk bekerja di ladangnya. Lalu pergi kami ke ladang orang. Kalau gak ada ya nunggu aja disini," ungkap Derliana.
Dilansir dari
RMOL Sumut, ketiadaan hunian tetap dan pekerjaan membuat para pengungsi semakin kesulitan. Bantuan pemerintah untuk kebutuhan logistik mereka dinilai tidak lagi menjawab seluruh kebutuhan mereka.
[rus]
BERITA TERKAIT: