Tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta yang juga akan menggelar pilkada untuk menentukan pengganti Bupati Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Dadan Koswara. Konstelasi politik mulai bergerak dinamis. Beberapa partai politik sudah membuka pendaftaran bakal calon, seperti PDIP dan Gerindra. Sementara partai lainnya masih bersiap menentukan strategi penjaringan bakal calonnya.
Perhelatan demokrasi tersebut tidak luput dari perhatian kalangan mahasiswa Purwakarta. Beberapa diantara mereka sedang menyusun rencana untuk menjaring pandangan masyarakat melalui jajak pendapat maupun mencari formula terbaik berupa dialog ataupun debat terbuka bagi para kandidat kepala daerah agar masyarakat lebih mengenal calon pemimpin Purwakarta ke depan.
Arif Arfan, salah seorang mahasiswa di perguruan tinggi swasta Purwakarta menuturkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya sedang menyusun kriteria dan syarat-syarat bupati maupun wakil bupati yang akan datang.
"Kami sedang menyusun kriteria calon bupati dan wakil bupati ke depan. Kami tidak ingin memberikan cek kosong kepada bupati dan wakil bupati mendatang. Kita semua pasti berharap, Bupati Purwakarta yang akan datang lebih baik dari Kang Dedi Mulyadi. Untuk itu, masyarakat jangan dipaksa untuk memilih pemimpin yang tidak dikenalnya, ibarat membeli kucing dalam karung,"ujar pemuda yang tinggal di pasar Rebo tersebut," tutur Arfan di kampusnya di kawasan Situ Buleud seperti diberitakan
RMOLJabar.com, Rabu (5/7).
"Saya dan rekan rekan mahasiswa akan memantau sikap dan perilaku partai politik dalam menentukan calon bupati dan wakil bupati. Kita percaya, pengurus partai politik masih punya hati nurani dan tidak akan menggadaikan masa depan rakyat Purwakarta dengan memilih bakal calon yang tidak layak yang akan berdampak hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol itu sendiri."
Tak berbeda dengan Arfan, Rian Fauzi Rahman yang juga mahasiswa asal Purwakarta yang sedang menimba ilmu di Karawang pun mengungkapkan bahwa pemimpin Purwakarta mesti orang yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki intelektualitas yang memadai, memahami manajemen keuangan dan birokrasi pemerintahan daerah sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku, dan kontribusinya bagi masyarakat sudah dirasakan.
"Tentu masyarakat mengharapkan Bupati yang lebih baik dari Kang Dedi. Di samping kecerdasan intelektualitas, moralitasnya yang terjaga, mampu mengelola tata pemerintahan dengan baik, dan berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat Purwakarta. Bupati ke depan mesti mumpuni," tegas mahasiswa fakultas hukum tersebut.
Rian menambahkan bahwa dia dan kawan kawannya percaya banyak warga Purwakarta yang hebat dan mampu memimpin.
"Kami percaya dan yakin, banyak calon pemimpin dari kota ini. Dan, saya berharap pula semoga demokrasi mampu melahirkan para pemimpin terbaik, bukan pemimpin asal asalan apalagi jadi jadian," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: