"Alhamdulillah kita bisa hadir di pembangunan sport center yang sekaligus Fakultas Kedokteran dan kampus tiga. Semoga ini menjadi berkah dan amal ibadah kita semua, dan semoga kita berdiri di sini juga mendapatkan pertolongan dari Allah. Sehingga cita-cita kita terkabul dengan cepat dan semoga yang kita rencanakan bisa segera dibangun dan bisa ditempati dengan baik dan pada saat mahasiswa Unwahas akan memberikan warna terbaik bagi peningkatan prestasi olah raga di Tanah Air," jelas Imam.
Dia mengajak semua pihak termasuk dari Unwahas untuk mendorong pembangunan sarana prasarana olah raga dilakukan bersama-sama, termasuk dari swasta. Dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional disebutkan bahwa selain tugas pemerintah pusat, pendanaan sekaligus fasilitas juga disiapkan oleh pemerintah daerah termasuk swasta. Partisipasi ini yang harus dikuatkan ke depan.
"Saya kasih contoh, saat saya menghadiri Gerakan Nasional Koin NU di Sragen. Di Alun-alun Sragen berkumpul jamaah NU dan di depan podium banyak bungkusan uang koin. Rupanya itu adalah strategi dari Pengurus Cabang NU Sragen untuk menggerakkan solidaritas ukhuwa dengan cara memasukkan koin NU setiap hari. Hasil koin itu diwujudkan dengan pembelian bus. Artinya, saya betul-betul yakin kalau seluruh warga NU ini menggerakkan koin ini tiap hari maka organisasi NU akan mandiri, tidak bergantung pada siapapun," jelas Imam yang dalam kesempatan itu didampingi Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, serta Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kemitraan Anggia Ermarini.
Sementara, Ketua Yayasan Unwahas Soewanto menyampaikan apresiasinya atas kehadiran jajaran Kemenpora untuk melakukan peletakan batu pertama.
"Tanah ini sudah saya wakafkan untuk pembangunan ini. Semoga saja bantuannya akan berlanjut terus. Pembangunan sport center tersebut bagian dari upaya melengkapi berbagai fasilitas olahraga agar ke depannya olahraga Semarang semakin maju," harapnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: