Surplus Listrik Di Lombok Hanya Bersifat Sementara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 12 April 2017, 17:06 WIB
Surplus Listrik Di Lombok Hanya Bersifat Sementara
Net
rmol news logo Komisi VII DPR RI membenarkan jika listrik di Lombok Nusa Tenggara Barat saat ini untuk sementara sudah surplus 71 Megawatt.

"Betul saat ini kondisi kelistrikan di Lombok sudah membaik dengan adanya cadangan 71 MW itu. Namun kondisi ini sifatnya sangat sementara," ujar anggota Komisi VII Kurtubi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/4).

Menurutnya, pertumbuhan kebutuhan listrik di NTB, khususnya Lombok memang relatif tinggi yakni sekitar 11 persen per tahun. Namun demikian, jika pembangkit-pembangkit yang sedang dibangun saat ini tidak bisa selesai tepat waktu maka cadangan 71 MW tersebut juga akan habis terpakai dalam beberapa bulan ke depan.

"Giliran pemadaman harus tetap diwaspadai. Terlebih untuk jangka panjang, yakni untuk 30 hingga 50 tahun ke depan," jelas Kurtubi.

Dia melanjutkan, kebutuhan listrik di NTB memang sangat besar, terutama untuk mendukung program-program pariwisata di Lombok dan Sumbawa. Hal ini ditandai dengan adanya proyek raksasa Global Hub Kayangan yang terintegrasi dengan kilang bahan bakar minyak (BBM), program smelter dan hilirisasi tambang di Sumbawa, serta industri pengolahan pertanian dan peternakan.

Dalam hemat Kurtubi, secara jangka panjang harus dimulai upaya mengintegrasikan sistem kelistrikan Lombok dengan sistem Sumbawa dan sistem Bima yakni dengan penyambungan distribusi transmisi.

"Termasuk kemungkinan dalam 30 tahun ke depan membangun PLTN di NTB," tegasnya.

Sebelumnya, PLN menyatakan berhasil menambah pasokan listrik di Lombok sebesar 50 MW, setelah Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Lombok Timur yang berlokasi di Sambelia berhasil masuk sistem kelistrikan Lombok.

Masuknya aliran listrik ditandai dengan penandatanganan operasi komersial (Commercial Operation Date/COD) PLN bersama PT Lombok Energy Dinamics selaku pengembang. Dengan masuknya 50 MW saat ini kelistrikan Lombok memiliki cadangan daya sebesar 71 MW.

Dengan beroperasinya PLTU Lombok Timur meningkatkan daya mampu kelistrikan Lombok dari sebelumnya 243 MW menjadi 293 MW. Dengan beban puncak sebesar 222 MW, artinya sistem kelistrikan Lombok saat ini memiliki kelebihan daya sebesar 71 MW. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA