Penyandang Disabilitas Harus Didorong Untuk Berprestasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 10 April 2017, 18:48 WIB
Penyandang Disabilitas Harus Didorong Untuk Berprestasi
Net
rmol news logo Stigma negatif terhadap anak penyandang disabilitas, khususnya down syndrome masih melekat erat di masyarakat. Seringkali mereka diberi label sebagai sebuah penyakit atau bahkan kutukan.

Menepis hal tersebut, sekitar 200 siswa penyandang down syndrome dari seluruh DKI Jakarta mengikuti aneka lomba olah raga dan permainan. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia tersebut dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Tingkat Nasional, Lebak Bulus, Jakarta.

"Hari Down Syndrome Sedunia diperingati pada tanggal 21 Maret tiap tahunnya," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Renani Pantjastut dalam keternagannya, Senin (10/4).

Menurutnya, pemilihan kegiatan olah raga pada peringatan Hari Down Syndrome Sedunia tahun ini bertujuan untuk mendukung para siswa penyandang disabilitas. Agar mampu menunjukkan keberanian, memperlihatkan kemampuan dan keahlian, dan mendukung siswa untuk merasakan kebahagiaan.

"Dengan berolah raga bersama, para penyandang down syndrome dan tuna grahita lainnya mampu menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarga, sesama atlet special olympics, dan juga masyarakat luas," jelas Renani.

Peringatan tahun ini bekerjasama dengan Special Olympics Indonesia atau SOIna, organisasi yang khusus menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olah raga bagi penyandang disabilitas. SOIna telah mendapatkan akreditasi dari Special Olympics International (SOI). Tercatat, tiap tahun, para atlet binaan selalu berhasil meraih medali emas di berbagai kompetisi olah raga penyandang disabilitas tingkat internasional.

Saat ini, SOIna mendaulat Stephanie Handojo, penyandang down syndrome untuk menjadi juru kampanye global (International Global Mesanger) Special Olympics International.

Ketua Umum SOIna Faisal Abdullah menambahkan, upaya pembinaan olah raga terhadap atlet disabilitas intelektual, termasuk down syndrome, harus terus didukung oleh semua kalangan. Baik pemerintah maupun swasta.

"Untuk itu, kami berharap kerja sama antara SOIna dengan Direktorat PKLK mewakili pemerintah dapat memiliki banyak program kegiatan bagi atlet-atlet tuna grahita di seluruh Indonesia," imbuhnya. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA