Dia meyakini bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan seperti sekolah serta ketersediaan tenaga pengajar akan terwujud dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"Insya Allah dalam dua tiga tahun ke depan saya berkomitmen untuk membangun sekolah di Papua. Selanjutnya, barangkali akan ada di daerah perbatasan di Kalimantan, NTT, dan Sulawesi," jelas Paloh dalam keterangannya, Jumat (7/4).
Mengenai besaran dana dibutuhkan, dia meyakini dengan keterlibatan Pemda setempat, misalnya untuk penyediaan lahan maka pembangunan infratruktur pendidikan itu akan terwujud.
"Memang tak mudah ya tapi bukan mustahil. Bagaimanapun sukses di Aceh harus ditularkan ke daerah lain. Pemda harus terlibat seperti di Aceh, misalnya dalam hal penyediaan lahan," beber Paloh yang juga ketua umum Partai Nasdem.
Pada hari ini, dia menghadiri wisuda 30 guru asal Aceh yang menuntaskan program master pendidikan di tiga universitas terkemuka di Finlandia. Selain Paloh, wisuda yanng berlangsunng di Tampere University itu juga dihadiri Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Duta Besar RI untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Frman, Ketua Yayasan Sukma Rerie Lestari Moerdijat, Penasihat Yayasan Sukma Prof. Komarudin Hidayat, serta pakar pendidikan Prof. Hafid Abbas.
Direktur Akademik Yayasan Sukma Bangsa (YSB) Dr. Ahmad Baedowi mengungkapkan para guru yang diwisuda sebelumnya mengikuti perkuliahan selama 18 bulan di Aceh dan sejumlah tempat di Finlandia.
"Komposisi pendidikan dan penelitian sengaja didesain berimbang tanpa mencabut akar guru dari tempat tugasnya," ujarnya.
YSB yang berdiri pada 25 Februari 2005 telah menyelenggarakan jaringan lembaga pendidikan untuk anak-anak Aceh korban bencana tsunami. Berawal dari 40 hari berturut-turut, kelompok media milik Surya Paloh menyiarkan berita bencana yang terjadi akhir 2004 silam, serta mengumpulkan donasi dan kontribusi dari publik lewat program 'Indonesia Menangis'. Dana yang terkumpul selain untuk membantu langsung para korban juga untuk membentuk YSB, di mana tujuan utamanya adalah merehabilitasi bidang pendidikan.
Tapi dana dari donasi waktu itu hanya cukup untuk tahun pertama. Selebihnya hingga hari ini ditanggung Paloh dari kantong pribadinya. Termasuk untuk program 'Master Degree for Teacher Education' yang menelan biaya sekitar Euro 1,1 juta Euro.
[wah]
BERITA TERKAIT: