"Hingga Sabtu sore (4/3) korban jiwa akibat longsor di Kabupaten Lima Puluh Kota adalah lima orang meninggal dunia," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.
Menurutnya, masih terdapat ratusan rumah yang terendam banjir. Bencana juga menyebabkan lima dusun terisolir dan memutus ruas jalan penghubung Sumatera Barat-Riau. Ratusan rumah terendam banjir, seperti 150 rumah di Jorong Ranah Pasar, 50 rumah di Jorong Ranah Baru, 50 unit rumah di Jorong Abai.
Petugas yang terdiri dari tim reaksi cepat BNPB telah sampai di lokasi bencana. Bantuan untuk penanganan korban banjir pun telah disalurkan oleh BNPB dan BPBD, juga didapatkan pula bantuan dari berbagai organisasi masyarakat, perorangan dan perusahaan.
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk membersihkan material longsor, mobil rescue, perahu karet, tenda, permakanan, obat-obatan, selimut, air minum, dan lainnya," jelas Sutopo.
Dia menambahkan, akibat banjir dan longsor, bupati Lima Puluh Kota menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari yaitu 3-9 Maret. Petugas dari tim gabungan pun terus mengupayakan pencarian dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dari ancaman banjir, longsor, dan puting beliung. Mengingat hujan berintensitas masih berpotensi terjadi dalam satu minggu ke depan," demikian Sutopo.
[wah]
BERITA TERKAIT: