Begitu kata Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Mustaqiem Dahlan dalam diskusi publik bertajuk 'Pilkada Jakarta dalam Cengkeraman Kartel Reklamasi' di Menteng, Jakarta, Senin (3/10).
‎"‎Itu diuruk sepanjang 32 KM menutupi pantai Jakarta, sekarang jadi 42 KM. Itu kan basis nelayan dan pantai publik," ujarnya.
Dijelaskan Mustaqiem, di seluruh dunia tidak ada negara yang pantai publiknya diswastanisasi. Ia menganalogikan pantai publik itu seperti trotoar tempat orang berjalan kaki.
‎"Kalau di trotoar ada pedagang kaki lima (PKL) digusur, alasannya menganggu fasilitas publik. Terus kalau sekarang pantai publik dijual ke swasta, apa bedanya?" sambungnya.
"Apa juga yang direklamasi mereka, rusak aja kagak (pantainya). Justru mereka melakukan perusakan dan perampokan. Material penggurukannya itu kan ngerusak ekosistem," tandasnya menambahkan.
[rus]
BERITA TERKAIT: