Keliling Giatkan Prokes, Ikon New Man Ternyata Warisan Tri Rismaharini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Jumat, 01 Januari 2021, 23:58 WIB
Keliling Giatkan Prokes, Ikon New Man Ternyata Warisan Tri Rismaharini
New Man yang diperankan Camat Sawahan sosialisasikan di Mal TP 5/Ist
rmol news logo Ikon 'Biasakan yang Tidak Biasa’, New Man langsung berkeliling ke beberapa lokasi keramaian di Surabaya guna menyosialisasikan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya berkeliling di Kebun Binatang Surabaya (KBS), superhero yang diperankan langsung oleh Camat Sawahan M Yunus ini juga menyosialisasikan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan Mal TP 5 Surabaya.

Di mal besar yang ada di tengah kota itu, New Man yang identik dengan kepala plontos dan perut buncit, dibalut dengan pakaian hijau sembari memakai masker ini langsung menyosialisasikan protokol kesehatan dengan pengeras suaranya.

Sosok New Man yang unik itu langsung menyita perhatian para pengunjung mal. Mereka pun tampak memperhatikan sosialisasi yang disampaikan Sang New Man.

Ia langsung menuju area food court TP 5. Di tempat makan itu, ia tak henti-henti menyosialisasikan para pengunjung untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Bahkan, ia meminta mereka untuk menutup maskernya ketika sudah selesai makan.

“Ayo dipakai lagi maskernya kalau sudah selesai makan, jaga jaraknya juga. Mari kita bersama-sama lawan Covid-19 ini,” ujar New Man seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJatim, Jumat (1/1).

Pada kesempatan itu, Sang New Man yang sekaligus Camat Sawahanini mengatakan, ikon New Man merupakan ide Bu Risma yang saat itu meminta jajarannya di Pemkot Surabaya membuat ikon supaya masyarakat selalu ingat kepada protokol kesehatan.

Ide itu kemudian diterjemahkan oleh Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya yang sekaligus Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto, dengan membuat ikon New Man.

“Kebetulan yang dipilih oleh Pak Irvan saya, karena perut saya buncit dan kepala saya botak. Mungkin ini unik, sehingga saya wakafkan diri saya ini untuk terus menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat, supaya Covid-19 ini cepat selesai di Surabaya," jelasnya.

Oleh karena itu, ia juga mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk terus disiplin menjaga protokol kesehatan. Apalagi, saat ini sudah ada Perwali 67 yang memberlakukan denda bagi pelanggar protokol kesehatan sebesar Rp 150 ribu.

“Jadi, bagi pengusaha dan masyarakat sebagai individu akan didenda Rp 150 ribu jika melanggar protokol kesehatan, dan itu tidak perlu sidang. Makanya ayo kita sama-sama disiplin,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris IV Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya yang sekaligus Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto, mengaku sengaja beraksi bersama New Man ke KBS dan mal dalam momen tahun baru.

“Rencananya nanti kami juga akan sasar pasar-pasar tradisional dan tempat kerumunan lainnya,” tegas Irvan yang sejak awal mendampingi Sang New Man.

Mantan Kasatpol PP Surabaya ini juga memastikan bahwa selain sosialisasi protokol kesehatan, ia bersama jajaran Linmas juga membagi-bagikan sekitar 1.000 masker kepada para pengunjung KBS dan mal TP 5 Surabaya.

“Menurut kami, vaksin terbaik adalah perubahan perilaku dengan biasakan yang tidak biasa, dengan cara itu, insyallah Covid-19 di Surabaya akan segera selesai,” pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA