Reihana menjelaskan, penambahan 11 kasus karena reagen PCR di BBLK Palembang baru datang, langsung diperiksa semua.
“Makanya kami sudah menunggu seminggu lebih, kemarin hasilnya keluar dan ada 11 orang yang positif,†kata Reihana dilansir dari
Kantor Berita RMOLLampung.
Dari 11 pasien tersebut, 9 orang merupakan hasil tracing pasien positif covid-19, yaitu pasien nomor 01, pasien nomor 13, pasien nomor 20, dan dari pasien yang meninggal di Bengkulu. Kemudian, 2 orang merupakan kasus baru.
Pasien pertama yang diumumkan hari ini merupakan laki-laki berusia 21 tahun asal Bandarlampung, pasien dalam keadaan sehat dan melakukan isolasi mandiri. Pasien kedua sebelumnya merupakan PDP yaitu laki-laki 46 tahun asal Bandarlampung dirawat di RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Bandarlampung.
Pasien ketiga, laki-laki 65 tahun asal Bandarlampung yang memiliki riwayat dari Gowa, Sulawesi Selatan, dan sekarang melakukan isolasi mandiri. Pasien keempat laki-laki 30 tahun dari Bandarlampung, termasuk sebagai OTG dan melakukan isolasi mandiri.
Selanjutnya, pasien kelima adalah perempuan berusia 30 tahun yang merupakan OTG. Pasien ini sebelumnya mengikuti acara keagamaan di Bogor bersama pasien Covid-19 Lampung nomor 01.
Kemudian, pasien yang merupakan OTG rombongan jamaah tablig akbar dari Bengkulu, yaitu laki-laki 50 tahun, laki-laki 48 tahun, laki-laki 42 tahun, laki-laki 48 tahun dari Lampung Selatan.
Empat orang tersebut dalam kondisi yang baik, saat ini petugas kesehatan, aparat desa dan tokoh agama setempat sedang membujuk mereka untuk kembali dirawat di RS Bandar Negara Husada.
“Selanjutnya, laki-laki 32 tahun dan 39 tahun dari Lampung Utara juga isolasi mandiri,†jelasnya.
Per 23 April 2020, Lampung memiliki 36 kasus positif covid-19. 23 orang masih dirawat dan diisolasi, 10 orang sembuh dan 5 orang meninggal.
Sedangkan untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 60 orang. Sebanyak 18 pasien masih dirawat, 33 lainnya dinyatakan negatif dan 9 orang meninggal dunia.
Sementara itu, jumlah ODP di Lampung saat ini berjumlah 3.074 orang. Dari jumlah itu terdapat 662 orang masih dalam pemantauan.
Sementara, 2.411 orang lainnya telah melawati masa pemantauan selama 14 hari dan satu orang ODP meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: