Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Ia menjelaskan, saat ini berbagai negara berebut bahan baku, utamanya dari Korea Selatan dan China. Oleh sebab itu, persaingan pengusaha dalam memperoleh bahan baku sangat tinggi.
Berangkat dari persoalan ini, pemerintah tak ingin produsen dipersusah oleh siapa pun.
“Yang sengaja mempersusah produsen APD akan kita sikat. Mereka produksi saja sudah syukur sebab bahan baku yang berkualitas sangat langka," ujar Bahlil dalam keteranfan tertulisnya, Minggu (5/4).
Untuk distribusi APD, pemerintah memprioritaskan kebutuhan domestik dan akan disalurkan melalui rumah sakit di seluruh tanah air. "Prioritas kita di dalam negeri," tegas Bahlil.
Ia pun telah melakukan kunjungan ke pabrik PT GA Indonesia di Bogor, Jawa Barat usai perusahaan tersebut mendapat izin edar atas APD baju hazmat.
PT GA Indonesia bersama 5 perusahaan garmen Korea Selatan di Jawa Barat tergabung dalam Yayasan Indonesia Korea Network (IKN) dan Korean Association Bandung. Konsorsium ini bekerja sama untuk mengejar percepatan pemenuhan kebutuhan baju APD bagi Indonesia.
Sebanyak 500.000 pieces baju APD telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama ini berjalan atas bantuan dan dukungan pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan yang mengizinkan pemakaian bahan baku Korea Selatan untuk membuat baju APD bagi Indonesia dan dengan cepat memberikan izin edar bagi produk tersebut. Ke depannya jika bahan baku memadai, konsorsium dapat memproduksi hingga 100.000 pieces per hari.
“Kami berterima kasih atas respons cepat dari BKPM saat kami ajukan izin edar, sehingga izinnya langsung selesai dalam 1 jam. Kami siap tingkatkan produksi, asalkan bahan baku tersedia,†ujar Direktur Utama PT GA Indonesia, Song Sung Wook saat dikunjungi BKPM.
BERITA TERKAIT: