Enam tahun lalu kondisi penglihatan Tiffany semakin memburuk, membuatnya tak bisa lagi melukis.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap Tiffany dan penderita autisme lainnya, London School Centre for Autism Awareness (LSCAA) bersama Rotary Club Jakarta-Menteng, Motion Blue Jakarta dan Sunrise Gallery menggelar pameran "From the Eyes of Tiffany".
Sebanyak 12 lukisan Tiffany dipamerkan dari tanggal 22 Oktober hingga 5 November di Sunrise Gallery, Fairmont Hotel, Jakarta. Menurut penyelenggara, setiap lukisan yang dipamerkan itu direproduksi sebanyak lima buah. Selain itu ke-12 lukisan itu pun diaplikasikan ke media lain seperti note book, black card, dan bantal.
Hasil penjualan semua merchandising lukisan Tiffany digunakan untuk membiayai kampanye peduli pengidap autisme.
"Pameran ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai para penyandang autistik, yang kebanyakan memiliki kesulitan berkomunikasi. Juga agar masyarakat tergerak untuk ikut berperan aktif dalam kampanye peduli autisme kami," ujar pendiri London School of Public Relations, Prita Kemal Gani ketika memberikan sambutan dalam pembukaan pameran, Sabtu (22/10).
Tiffany hadir dalam pembukaan pameran itu, mengenai baju merah marun dan mahkota perak di rambutnya.
"Keindahan, keragaman dan kekayaan warna hasil lukisan merupakan cara Tiffany mengekspresikan diri," kata Prita lagi.
"Dengan pameran lukisan ini, kami berharap masyarakat semakin terbuka wawasannya mengenai kelebihan-kelebihan anak dengan autisme dan tergerak untuk ikut berperan aktif dalam kampanye peduli autisme kami," tambahnya.
Pembukaan pameran lukisan "From the Eyes of Tiffany" ditandai dengan pengguntingan pita oleh tamu istimewa yang hadir dalam pembukaan, diawali Dutabesar Republik Rakyat China untuk ASEAN Xu Bu, pendiri LSPR Prita Kemal Gani, Managing Director Sunrise Gallery Jessica Senjaya, dan Presiden Rotary Club Jakarta-Menteng Herbert Ang.
Pianis cilik Michael Anthony yang juga mengidap autisme dan memiliki gangguan penglihatan memperlihatkan kemampuannya memainkan piano dalam pembukaan pameran Tiffany. Juga ada London School Beyond Academy bersama kak Emil yang menyanyikan theme song LSCAA "Meraih Bintang". Tiffany pun ikut bernyanyi meramaikan acara ini.
London School Centre for Autism Awareness (LSCAA)Â merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)Â LSPR Jakarta sebagai bentuk kepeduliannya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang salah satu karakteristiknya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi baik verbal ataupun non-verbal.
Melalui LSCAA, LSPR Jakarta berharap dapat mengkomunikasikan mengenai autisme kepada masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan yang telah diselenggarkan oleh LSCAA seperti acara tahunan Autism Awareness Festival, Workshop for Parents, pembuatan produksi film pendek "Saudaraku Berbeda", Teachers Training, untuk mengkomunikasikan perihal sosialisasi autisme.
Hingga saat ini, LSCAA telah memberikan pelatihan kepada 5028 guru yang mewakili 1616 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Pemutaran film Saudaraku Berbeda†telah dilakukan di 24 sekolah dan ditonton oleh 3131 siswa. Orang tua pun dilibatkan dengan berbagi pengalaman dengan yang lainnya yang telah diikuti oleh 264 orang.
Adapun London School of Public Relations-Jakarta yang berdiri sejak 1 Juli 1992 adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang menyelenggarakan program sarjana ilmu komunikasi yang terbagi atas enam konsentrasi pilihan yaitu, Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Visual Design Communication & Advertising dan Performing Arts Communication.
LSPR juga memiliki program pasca sarjana yang terbagi menjadi empat konsentrasi yaitu Corporate Communication, Marketing Communication, International Relations Communication dan Mass Media Management.
Saat ini LSPR-Jakarta memiliki 16.264 lulusan serta lebih dari 4.500 mahasiswa aktif.Â
[dem]
BERITA TERKAIT: