Seperti yang dilakukan Jajaran Polres Sorong Kota dengan mengumpulkan tokoh masyarakat dan akademisi melalui forum diskusi.
"Maka perlu dilakukan suatu langkah pendekatan yang bisa mengatasi masalah itulah yang namanya kontra radikalisme, salah satunya lewat FGD (focus group discussion)," jelas Wakapolres Sorong Kota AKBP Hengky Kristanto di kantornya, Papua Barat, Rabu (12/12).
Dengan begitu, sambung Hengky, melalui FGD, pihaknya mencoba mencari ide-ide ataupun inovasi dari masyarakat yang betul mengerti dan paham akar masalah, guna menangkal radikalisme agar tidak tumbuh.
Diakuinya bahwa intelijen dan Babinkabtibmas merupakan ujung tombak dalam penanganan kontra radikal yang dibantu peran aktif dari masyarakat.
"Kita pasti harus melibatkan dengan masyarakat. Karena memang polisi harus bersama-sama dengan masyarakat dalam menyelesaikan masalah," jelas Hengky.
[wah]
BERITA TERKAIT: