"Silakan saja, saya punya versi lain. Saya tidak pernah ungkap siapa-siapa. Tunjukkan buktinya," ujar Imam kepada wartawan, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9).
Menurut Imam, satu-satunya bukti yang dimilikinya adalah kegagalan calon hakim agung yang ketika itu diminta oleh beberapa anggota Komisi III untuk diloloskan.
"Buktinya, orang-orang KY percaya sama saya dan menggugurkan calon itu," katanya.
Imam memastikan, dirinya tidak pernah membeberkan secara langsung ke publik soal praktik percaloan di DPR. Apalagi membeberkan asal fraksi anggota Komisi III yang melakukan praktik percaloan. Menurut dia, yang memberi pernyataan ke publik adalah rekannya sesama petinggi KY, Eman Suparman.
"Saya tidak pernah sebut, tanya orangnya saja (Eman). Dia yang ungkap ke publik. Saya kan tidak. Saya orang hukum, saya mengertilah," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: