Ketua IAGI: Abraham Samad Jangan Membodohi Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 08 September 2013, 17:16 WIB
Ketua IAGI: Abraham Samad Jangan Membodohi Rakyat
abraham samad/net
rmol news logo Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad di depan peserta Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, kemarin (Sabtu, 7/9) dikritik Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari.

Di laman Facebook Rovicky mengatakan dirinya mendukung pemberantasan korupsi dan juga pembodohan. Rovicky mempertanyakan darimana perhitungan potensi pendapatan negara yang menguap mencapai Rp 7.200 triliun per tahun seperti yang disampaikan Abraham Samad dalam Rakernas PDIP itu.

Dalam kesempatan itu Samad juga memprkirakan bahwa nilai pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok migas, batubara, dan nikel bisa mencapai Rp 20 ribu triliun per tahun. Sayangnya, pendapatan sebesar itu menguap karena kebijakan pemerintah yang tidak tegas dalam membuat regulasi dan kebijakan.

Sementara Rovicky menyampaikan perhitungan yang berbeda. Menurutnya produksi minyak Indonesia per tahun mencapai angka 900 ribu barel per hari, plus produksi gas kira-kira 1,5 juta setara minyak.

"Setahun kita bulatkan saja 450 juta barel setara minyak. Kalau harga minyak 100 dolar per barel maka perolehan kotor sekitar Rp 450 trilliun rupiah. Jadi darimana angka Bung Samad hingga ada potensi hilang Rp 7.200 trilliun. Bahkan muncul angka potensi kehilangan Rp 20 ribu trilliun," tulis Rovicky.

"Bang Samad tentunya tidak ikut bodoh dan membodohi, kan?" tutupnya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA