Rabu, 01 April 2026, 13:07 WIB
RMOL. Baru-baru ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli telah mengumumkan imbauan resmi bagi perusahaan swasta untuk menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi karyawannya sebanyak satu hari dalam sepekan.
Kebijakan ini dikeluarkan sebagai langkah sistematis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan penghematan energi.
Meski WFH sering kali dibayangkan sebagai kemewahan karena fleksibilitasnya, tersimpan tantangan psikologis yang sangat nyata di baliknya.
Kaburnya batas antara kehidupan personal dan profesional kerap memicu rasa jenuh, perasaan terisolasi, hingga
burnout.
Kebosanan yang melanda saat WFH bukanlah sekadar masalah
mood sesaat, melainkan ancaman langsung yang dapat menggerus produktivitas kerja.
Oleh karena itu, bagi Anda para pekerja swasta yang mulai kembali merutinkan WFH—tanpa ada pengurangan cuti tahunan dan penyesuaian gaji —menerapkan intervensi rutinitas yang tepat adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan mental dan performa.
Menaker menegaskan bahwa meskipun bekerja dari rumah, perusahaan dan karyawan harus tetap memastikan produktivitas dan pelayanan tetap terjaga.
Untuk mengubah rasa jenuh menjadi dorongan motivasi, berikut adalah beberapa tips anti bosan saat WFH yang praktis dan terbukti efektif secara psikologis.
1. Terapkan Zonasi Ruang yang Tegas
Hindari menjadikan kasur atau sofa santai sebagai meja kerja utama Anda. Otak manusia secara alami mengasosiasikan suatu tempat dengan aktivitas tertentu.
Ciptakan batas fisik atau "zonasi" yang jelas antara area bekerja dan area beristirahat. Ketika jam kerja telah usai, segera tinggalkan zona kerja tersebut.
Transisi spasial ini akan memberikan sinyal kepada otak untuk beralih mode, sehingga rutinitas tidak terasa monoton.
2. Retas Waktu dengan Teknik Pomodoro
Menatap layar monitor berjam-jam tanpa henti adalah resep paling cepat menuju kebosanan dan kelelahan mata.
Cobalah meretas waktu Anda menggunakan Teknik Pomodoro: tetapkan fokus bekerja penuh selama 25 menit, lalu ambil jeda istirahat singkat selama 5 menit.
Manfaatkan jeda ini untuk berdiri, meregangkan otot, atau menyeduh kopi. Siklus kerja yang berirama ini sangat ampuh dalam menjaga tingkat konsentrasi dan mendongkrak produktivitas kerja.
3. Agendakan Interaksi Sosial VirtualRasa bosan sering kali berakar dari rasa sepi karena hilangnya interaksi kasual di pantri kantor. Jangan biarkan jarak memutus komunikasi sosial Anda.
Luangkan waktu 10 hingga 15 menit untuk melakukan panggilan video atau berkirim pesan santai dengan rekan kerja di luar topik pekerjaan.
Sekadar bertukar cerita ringan atau lelucon dapat menyuntikkan energi positif dan menyegarkan kembali pikiran Anda sebelum kembali menuntaskan tugas.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.