Begitu yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam sebuah pernyataan pada Kamis (27/7).
Menurut Blinken, partisipasi Selandia Baru dalam AUKUS terbuka dan negara itu dipersilakan terlibat sesuai dengan keinginan mereka.
"Pintu sangat terbuka bagi Selandia Baru dan mitra lainnya untuk terlibat sesuai keinginan mereka ke depan," ujarnya, seperti dimuat
VOA.
Tawaran Blinken untuk Selandia Baru diperkirakan mampu memantik kemarahan China. Pasalnya baru-baru ini, Wellington dilaporkan sedang menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Beijing.
Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta mengatakan bahwa belum ada yang disepakati tentang AUKUS, dan kabinet negara harus mempertimbangkan proposal apa pun sebelum kesepakatan apa pun dibuat.
Tetapi pada Rabu (26/7), Perdana Menteri Chris Hipkins mengatakan Selandia Baru terbuka untuk percakapan tentang kemungkinan peran dalam AUKUS, asalkan tidak terkait dengan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir.
Selandia Baru sendiri telah bebas nuklir sejak pertengahan 1980-an.
BERITA TERKAIT: