Mengutip laporan
Saudi Gazette pada Jumat (19/5), kesepakatan kerja sama itu secara resmi ditandatangani Wakil Menteri Dalam Negeri Saudi Nasir bin Abdulaziz Al-Dawood dan Menteri Dalam Negeri Pakistan Rana Sanaullah dalam sebuah upacara di Islamabad, Rabu (17/5).
Acara itu juga disaksikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Duta Besar Saudi untuk Pakistan Nawaf bin Said Al-Malki di kediaman Perdana Menteri.
Di bawah proyek kerja sama, jamaah haji dan umrah Pakistan akan mendapat fasilitas imigrasi di titik keberangkatan mereka di Pakistan sebelum keberangkatan mereka ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.
"Tahap pertama akan ada 26.000 jemaah yang mendapat prosedur penyederhanaan di Bandara Internasional Islamabad," bunyi laporan tersebut.
Pihak Saudi berencana memperluas mekanisme hingga ke bandara Karachi dan Lahore.
Selain proyek tersebut, kedua negara juga membahas penerbitan paspor Pakistan untuk beberapa Muslim Burma yang tinggal di Arab Saudi.
Pakistan pernah mengeluarkan paspor untuk hampir 250.000 Muslim Burma, tetapi setelah 2012 paspor itu tidak pernah diperbarui sehingga Saudi kesulitan menentukan status mereka di negara mereka.
Di bawah pengaturan baru, Muslim Burma dan anak-anak mereka akan diberikan paspor untuk memperbaiki status hukum mereka di Arab Saudi.
BERITA TERKAIT: