Menurut Ketua Komite Militer NATO Laksamana Rob Bauer, pertempuran kedua negara merupakan persaingan antara kuantitas pertahanan yang dikedepankan Rusia, melawan kualitas militer yang coba dikembangkan Ukraina bekerja sama dengan sekutu Barat.
"Perang ini semakin menjadi pertempuran antara sejumlah besar pasukan Rusia yang kurang terlatih dengan peralatan usang, dan pasukan Ukraina yang lebih kecil dengan senjata dan pelatihan Barat yang lebih baik," papar Bauer, pada Rabu (10/5), seperti dimuat
Reuters.
Meskipun saat ini Rusia mengerahkan tank T-54 model lama yang telah ada sejak Perang Dunia Kedua, kata Bauer, tetapi jumlahnya yang signifikan dapat menjadi kekuatan berbahaya bagi Kyiv.
"Tapi masalahnya adalah mereka masih memiliki banyak T-54. Jadi dalam hal jumlah, kuantitas, itu adalah sebuah masalah," ujar Bauer.
Lebih lanjut, Bauer menyebut Rusia mungkin meningkatkan jumlah mobilisasi tentaranya, namun kebanyakan dari mereka bukan orang yang terlatih dan sudah tua.
Tetapi dengan penambahan jumlah yang besar, itu akan menjadi tantangan yang cukup berat bagi Ukraina, yang diketahui memiliki jumlah personel lebih sedikit.
Dikatakan Bauer, Ukraina lebih berfokus pada kualitas dengan sistem senjata Barat dan pelatihan Barat. Menurutnya, itu akan memberikan perubahan besar pada situasi perang beberapa bulan mendatang.
Terlepas dari analisis tersebut, Bauer kembali menyatakan komitmen NATO untuk membantu Ukraina melakukan perlawanan terhadap Rusia.
"Tidak ada keraguan bahwa NATO akan mendukung Ukraina selama dibutuhkan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: