Berdasarkan perhitungan
Reuters, tercatat 1.939 kasus Covid-19 yang dilaporkan di seluruh China pada Minggu (9/10). Banyak kasus disebabkan oleh subvarian Omicron BF.7 yang baru dilaporkan di Mongolia Dalam sejak awal bulan.
Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat menghadapi tekanan untuk menghentikan wabah sesegera mungkin, khususnya menuju liburan Pekan Emas.
Beberapa hari sebelum memasuki Pekan Emas, otoritas Xinjiang melarang orang meninggalkan perbatasan karena lonjakan kasus Covid-19.
Turis yang terdampar di wilayah itu bahkan mencari pekerjaan sementara untuk bertahan hidup.
Sementara itu, di Shanghai yang memiliki populasi 25 juta, melaporkan 34 kasus lokal pada 9 Oktober. Pada April dan Mei, kota ini menghadapi penguncian secara ketat.
People's Daily mencatat, penularan dan patogenisitas Omicron belum melemah, dan masih menimbulkan ancaman yang relatif besar bagi lansia dan orang-orang dengan penyakit mendasarinya.
"Untuk alasan inilah kita harus terus waspada terhadap penyebaran epidemi, meningkatkan kepercayaan diri dan kesabaran kita dalam kebijakan pencegahan dan pengendalian epidemi negara, serta mengatasi mati rasa pikiran, kelelahan apa pun," lanjut media milik negara itu.
Lonjakan kasus Covid-19 terjadi hanya beberapa hari sebelum Kongres PKC yang akan dimulai pada 16 Oktober. Selama Kongres lima tahunan kali ini, Presiden Xi Jinping diperkirakan akan memperpanjang kepemimpinannya untuk periode ketiga.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: