Pihaknya juga mengingatkan kepada pemangku kepentingan swasta (PVT) India untuk tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan proyek tersebut karena dianggapnya berbahaya untuk kelangsungan negara India.
Seperti dikutip dari
The Print, India khawatir dengan yurisdiksi ekstra-teritorial dan longgarnya kebijakan dalam proyek PCC yang ditakutkan menjadi pusat pencucian uang dan kegiatan pelanggaran hukum lainnya.
Di samping itu, proyek PCC juga dikhawatirkan menyaingi Gujarat International Finance Tec (GIFT) yang akan menjadi kawasan bisnis pertama di India dengan pusat dan zona ekonomi khusus untuk layanan keuangan domestik dan internasional.
Mantan komisaris tinggi untuk Sri Lanka dan duta besar China Ashok K. Kantha, mengungkapkan kewaspadaan India terhadap PCC karena penyedia dana proyek yaitu China Harbour Engineering Company (CHEC), merupakan anak dari perusahaan China Communications Construction Company yang memimpin proyek ambisius belt and road initiative.
Dia mencontohkan proyek lain seperti pelabuhan Hambantota yang telah diambil alih oleh perusahaan China dengan sewa 99 tahun karena Pemerintah Sri Lanka tidak dapat membayar utang untuk proyek yang merugi yang secara ekonomi tidak layak.
Proyek PCC bertujuan untuk membangun perumahan, ritel dan bisnis di atas tanah reklamasi seluas 269 hektar yang dikembangkan sebagai perpanjangan dari Kawasan Pusat Bisnis Kolombo.
China telah menginvesatikan 14 miliar dolar AS untuk PCC dan menjadi investasi asing langsung terbesar di Sri Lanka sejak tahun 2014.