Berbicara dalam sebuah wawancara pada Minggu (1/5), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pihaknya tidak mengambil tindakan dengan bergantung pada tanggal tertentu.
“Tentara kami tidak akan mendasarkan tindakan mereka pada tanggal tertentu,†kata Lavrov, seperti dikutip
Al Arabiya.
“Kami akan memperingati kemenangan kami dengan sungguh-sungguh, tetapi waktu dan kecepatan dari apa yang terjadi di Ukraina akan bergantung pada kebutuhan untuk meminimalkan risiko bagi warga sipil dan tentara Rusia,†tambahnya.
Kabar Rusia akan mendeklarasikan perang secara menyeluruh dan kemenangan di Ukraina disuarakan oleh pejabat dan analis Barat. Lantaran setiap tahunnya, Rusia menggelar parade militer besar-besaran di Lapangan Merah, Moskow pada 9 Mei.
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace menyebut deklarasi yang akan dilakukan Presiden Vladimir Putin pada 9 Mei mendatang akan mengubah operasi militer khusus menjadi perang.
Ia mengatakan, Putin tidak punya pilihan selain mendeklarasikan perang dan terus bertempur demi menyelamatkan muka lantaran gagal menguasai Ukraina selama dua bulan terakhir.
Hari Kemenangan sendiri merupakan peringatan menyerahnya Nazi pada 1945.
BERITA TERKAIT: