"Sebagai bagian dari pekerjaan ini, WHO telah sangat merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan di Ukraina dan badan-badan lain yang bertanggung jawab untuk menghancurkan patogen ancaman tinggi untuk mencegah potensi tumpahan," kata WHO, seperti dikutip
Al Arabiya, Jumat (11/3).
Sejumlah pakar mengaku khawatir jika serangan Rusia dapat meningkatkan risiko lolosnya patogen penyebab penyakit jika salah satu fasilitas itu rusak.
Tidak ketahui kapan WHO membuat rekomendasi tersebut, atau jenis patogen apa yang dimaksud untuk dihancurkan.
Seperti banyak negara lain, Ukraina memiliki laboratorium kesehatan masyarakat yang meneliti cara mengurangi ancaman penyakit berbahaya yang menyerang hewan dan manusia termasuk, yang terbaru, COVID-19.
Laboratorium itu telah menerima dukungan dari Amerika Serikat, Uni Eropa dan WHO.
Pada Rabu (9/3), jurubicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova mengulangi klaim lama bahwa AS mengoperasikan laboratorium biowarfare di Ukraina.
Zakharova mengatakan bahwa dokumen yang digali oleh pasukan Rusia di Ukraina menunjukkan upaya darurat untuk menghapus bukti program biologis militer dengan menghancurkan sampel laboratorium.
BERITA TERKAIT: