Dari laporan
AFP, mortir meledak di dekat Monastyrsky yang sedang mengunjungi wilayah garis depan di dekat desa Novoluhanske pada Sabtu (19/2). Kendati begitu, insiden tersebut tidak menimbulkan korban.
Menurut Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin, lewat akun Twitter-nya, selain Monastyrsky, terdapat sekelompok anggota parlemen dan 25 jurnalis asing yang ikut dalam kunjungan tersebut, serta hampir menjadi korban.
"Semua bisa melihat siapa yang sebenarnya sedang mempersiapkan serangan terhadap Ukraina yang damai," cuitnya.
Sejak Sabtu, para pemimpin separatis di Ukraina bagian timur telah memerintahkan mobilisasi militer penuh. Barat menyakini Rusia menggunakan perselisihan antara Ukraina dan kelompok separatis untuk melakukan invasi.
Baku tembak yang terjadi antara militer Ukraina dan separatis membuat dua tentara tewas di wilayah Donetsk, dengan empat lainnya terluka.
Militer Ukraina menyebut kelompok separatis telah melakukan 70 kali pelanggaran gencatan senjata.
Pada hari yang sama, kantor berita Rusia
TASS melaporkan sebuah peluru meledak di wilayah Rostov Rusia, satu kilometer dari perbatasan Ukraina. Namun Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dengan tegas membantah tuduhan bahwa peluru Ukraina telah mendarat di wilayah Rusia.
BERITA TERKAIT: