Dari laporan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), terjadi beberapa insiden penembakan pada Kamis pagi (17/2). Akibatnya dinding sekolah TK berlubang dan tiga orang terluka.
Seorang guru dan satpam mengalami gegar otak. Militer Ukraina mengatakan 32 peluru mendarat di kota itu, juga melukai seorang prajurit .
Serangan terjadi ketika sekolah baru saja dimulai. Video menunjukkan puing-puing dan batu berserakan di area bermain.
"Anak-anak sedang sarapan saat gempa terjadi. Itu menghantam gym. Setelah sarapan, anak-anak mengikuti kelas olahraga. Jadi 15 menit lagi, dan semuanya bisa menjadi jauh, jauh lebih buruk," kata Natalia Slesareva kepada kantor berita
AFP.
Slesareva mengatakan dia sedang bekerja di ruang cuci pada saat itu. Ledakan itu menghempaskan punggungnya ke pintu, dengan asap, debu, dan jendela pecah.
“Saya tidak bisa merasakan sisi kanan kepala saya. Semuanya berdering," lanjutnya.
Dimuat
The Guardian, rudal kedua meninggalkan kawah kecil di dekat seluncuran anak-anak di taman bermain.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut serangan tersebut merupakan provokasi.
"Sangat penting bahwa diplomat OSCE tetap berada di sana, kegiatan pemantauan mereka adalah pencegah tambahan. Kami membutuhkan mekanisme yang efektif untuk merekam semua pelanggaran gencatan senjata," cuitnya di Twitter.
Situasi di wilayah timur tampaknya memburuk dengan cepat, denagn militan yang didukung Rusia telah menggunakan tank dalam operasi tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir konflik tingkat rendah ini relatif tenang karena Rusia telah memindahkan 150.000 tentara ke perbatasan Ukraina.
BERITA TERKAIT: