Badan Nasional Manajemen Risiko dan Bencana menyebut sejumlah korban meninggal lantaran rumah mereka hancur di Kota Ambalavao.
Sementara itu, sebanyak 47.888 orang telah mengungsi akibat topan yang membawa hujan lebat dan angin kencang tersebut. Totalnya ada 250 ribu orang yang terdampak.
Mengutip badan tersebut,
Anadolu Agency melaporkan, ketinggian air di sepanjang jalur topan diperkirakan mencapai puncaknya antara Minggu hingga Senin (7/2). Peringatan banjir juga sudah dikeluarkan untuk sungai Mananjary dan Fiherenana.
Daerah yang paling terkena dampak adalah kota tenggara Mananjary, di mana angin kencang dan hujan menghancurkan rumah-rumah dan merusak infrastruktur, termasuk sekolah dan rumah sakit.
Topan Batsirai mendarat di dekat Mananjary, sekitar pukul 8 malam waktu setempat pada Sabtu (5/2). Hembusan angin mencapai kecepatan 235 kilometer per jam, dengan gelombang tinggi menghantam daerah pesisir.
Topan tersebut melemah saat bergerak ke daratan, dengan kecepatan angin kembali menjadi sekitar 110 km/jam.
Topan itu diperkirakan bergerak ke barat menuju laut di Selat Mozambik.
Itu adalah badai besar kedua dalam seminggu setelah Badai Tropis Ana melanda pulau Samudra Hindia bulan lalu, menewaskan 55 orang dan menggusur lebih dari 110.000 lainnya.
BERITA TERKAIT: