Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengecam negara-negara terkaya di dunia karena menolak berbagi vaksin dengan negara-negara termiskin di dunia.
Untuk mengakhiri pandemi, Tedros mengatakan, vaksin harus dibagikan secara adil dan cepat untuk semua negara di dunia. Ia mendorong semua negara untuk mendukung target vaksinasi 70 persen di setiap negara pada pertengahan tahun 2022.
"Ketidaksetaraan vaksin dan ketidakadilan kesehatan secara keseluruhan adalah kegagalan terbesar tahun lalu," ujarnya kepada wartawan pada Kamis (6/1).
“Alpha, Beta, Delta, Gamma, dan Omicron mencerminkan bahwa sebagian karena tingkat vaksinasi yang rendah, kami telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk munculnya varian virus," tambahnya.
Tedros menjelaskan, setiap kali virus memasuki inang baru, ia diberi kesempatan baru untuk mengubah susunan genetiknya secara halus, menghasilkan bentuk virus yang sedikit berbeda.
Sebagian besar perubahan tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat memberi virus keuntungan kualitatif yang tidak dimiliki sebelumnya, seperti kemampuan untuk menyebar lebih cepat atau kebal terhadap imun. Bahkan virus bisa menjadi lebih mematikan.
BERITA TERKAIT: