"Rusia seharusnya tidak ragu bahwa agresi militer lebih lanjut terhadap Ukraina akan memiliki konsekuensi besar dan biaya besar sebagai tanggapan," kata pernyataan bersama delegasi G7 pada Minggu (12/12).
Bertemu di Liverpool, Inggris utara, delegasi G7 mengatakan mereka bersatu mengecam pembangunan militer Rusia di dekat Ukraina. Mereka juga meminta Moskow untuk mengurangi ketegangan.
"Kami menegaskan kembali komitmen teguh kami terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, serta hak negara berdaulat untuk menentukan masa depannya sendiri," tambah pernyataan bersama tersebut.
Data dari intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan, Rusia dapat merencanakan serangan multi-front di Ukraina pada awal tahun depan yang melibatkan hingga 175 ribu tentara.
Kremlin menyangkal pengerahan pasukannya untuk menyerang Ukraina, dan mengatakan Barat dicengkeram oleh Russophobia. Moskow justru mengatakan perluasan NATO mengancam Rusia dan telah melanggar jaminan yang diberikan kepadanya ketika Uni Soviet runtuh pada 1991.
Sementara itu, Putin telah menuntut jaminan keamanan yang mengikat secara hukum bahwa NATO tidak akan memperluas lebih jauh ke timur atau menempatkan senjatanya dekat dengan wilayah Rusia.
BERITA TERKAIT: