South China Morning Post pada Jumat (19/11) melaporkan, penggunaan DXP-604 telah mendapatkan izin baru-baru ini oleh otoritas China, dan telah digunakan untuk 14 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Ditan, Beijing.
Pengobatan diberikan melalui infus intravena, didasarkan pada antibodi yang diidentifikasi oleh Direktur Pusat Inovasi Lanjutan Beijing untuk Genomics di Universitas Pekang, Sunney Xie Xiaoliang.
Menurut Science and Technology Daily, penggunaan DXP-604 secara signifikan mengurangi viral load pasien dan meredakan gejala seperti sesak napas dan kehilangan indra penciuman dan rasa.
Awal bulan ini, Xie mengatakan timnya telah mengidentifikasi antibodi spektrum penuh yang dapat menangani semua varian Covid-19 dalam tes laboratorium. Antibodi diisolasi dari plasma lebih dari 60 pasien yang pulih.
Sementara perawatan lain berusaha menggabungkan dua antibodi untuk mencegah lolosnya varian, DXP-604 dapat mengatasi mutasi dengan antibodi tunggal, dan itu akan membantu memangkas biaya produksi hingga sepertiga.
Xie mengatakan timnya juga bekerja untuk mengurangi dosis hingga setengahnya, menurut laporan itu. Ini juga akan membantu menurunkan biaya.
Xie merupakan salah satu pemenang Penghargaan Pusat Medis Albany 2015 dalam bidang Kedokteran dan Penelitian Biomedis, dikenal karena penelitiannya tentang genomik sel tunggal.
Dia adalah salah satu pendiri Singlomics Biopharmaceuticals, yang menandatangani kesepakatan tahun lalu dengan BeiGene yang terdaftar di Hong Kong untuk memproduksi dan mengkomersialkan dua antibodi yang diidentifikasi oleh tim Xie untuk pasar luar negeri.
Antibodi lainnya, bernama DXP-593, ternyata kurang efektif melawan varian virus corona.
Sementara ukuran uji coba untuk terapi tetap kecil dan belum ada data klinis yang dirilis, laporan Science and Technology Daily mengatakan Singlomics telah menandatangani letter of intent dengan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) untuk melakukan uji coba fase dua dan fase tiga di luar negeri.
Perawatan eksperimental adalah salah satu dari serangkaian proyek yang sedang dikerjakan China untuk menemukan obat untuk Covid-19, karena ingin memastikan tingkat kematian yang rendah sebelum dapat mempertimbangkan untuk membuka kembali perbatasannya.
BERITA TERKAIT: