Bukti Dukungan Kuat, Menhan Inggris Sambangi Ukraina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 17 November 2021, 14:46 WIB
Bukti Dukungan Kuat, Menhan Inggris Sambangi Ukraina
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace dan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov/Net
rmol news logo Inggris semakin membuktikan dukungannya untuk Ukraina di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia. Hal itu terlihat dari kunjungan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace ke Kyiv.

Setelah tiba di Kyiv, Wallace bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (16/11).

Lewat sebuah pernyataan usai pertemuan, Zelensky menyambut baik perjanjian kerangka kerja untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Ukraina yang dibiayai oleh Inggris. Dengan kerangka kerja tersebut, Ukraina dapat membeli rudal, membangun kapal rudal, dan pangkalan Angkatan Laut di Laut Azov.

"Inggris telah menjadi mitra utama kami dalam membangun armada Ukraina," kata Zelensky, seperti dikutip Reuters.

Hubungan antara Ukraina dan Rusia runtuh setelah aneksasi Rusia atas semenanjung Krimea pada tahun 2014 dan pecahnya konflik di Ukraina timur antara pasukan Ukraina dan pasukan yang didukung Rusia pada tahun yang sama.

Barat dan Rusia juga bentrok karena krisis migran yang terjadi di perbatasan timur Uni Eropa dengan Belarus, sekutu dekat Moskow.

Pekan ini, pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson telah menyuarakan dukungan tak tergoyahkan untuk Ukraina. Johnson mengatakan akan mendukung Kyiv dalam menghadapi permusuhan Rusia sambil menentang pembangunan pipa Nord Stream 2.

Ukraina dan negara-negara NATO telah menyatakan keprihatinan tentang pergerakan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Moskow pada gilirannya menuduh Ukraina, Amerika Serikat, dan sekutunya berperilaku tidak stabil, termasuk di Laut Hitam.

Perwira militer paling senior Inggris, Jenderal Nick Carter, mengatakan ada risiko lebih besar dari pecahnya perang yang tidak disengaja antara Barat dan Rusia daripada kapan pun sejak Perang Dingin. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA