Jurubicara Kementerian Luar Negeri Irak Ahmed Al Sahaf pada Senin (15/11) mengumumkan rencana pemerintah untuk mengatur penerbangan repatriasi dengan sukarela.
"Irak akan melakukan penerbangan pertama bagi mereka yang ingin kembali secara sukarela pada 18 November dari Belarusia," umumnya, seperti dikutip
TRT World.
Sahaf sendiri tidak mengatakan berapa banyak orang yang dapat naik penerbangan repatriasi rute Minsk-Baghdad itu.
Namun, dia mengatakan Irak mencatat 571 warganya terjebak di perbatasan yang siap untuk kembali secara sukarela.
Beberapa warga Irak mengatakan kurangnya prospek ekonomi dan ketidakstabilan keamanan berada di balik keinginan mereka untuk pergi.
Ketegangan di perbatasan Polandia dan Belarus terjadi dengan meningkatnya arus ribuan pengungsi dari Timur Tengah, termasuk Irak.
Negara-negara Barat menuduh pemerintah Presiden Belarusia Alexander Lukashenko merekayasa krisis dengan mendorong para migran untuk datang ke Belarus dan kemudian membawa mereka ke perbatasan.
BERITA TERKAIT: