Dari laporan
Reuters, ledakan terjadi di daerah barat bagian Kabul pada Senin (15/11). Sejauh ini belum diketahui jumlah korban akibat peristiwa tersebut.
Mengutip seorang pejabat keamanan, televisi
TOLO News juga telah membenarkan informasi seputar ledakan tersebut.
“Saya sedang sibuk dengan pelanggan ketika ada ledakan yang mengguncang toko,†kata seorang pedagang di kawasan Kote Sangi, Ahmad Murtaza.
"Saya melihat orang-orang mengambil korban dari lokasi ledakan, saya tidak tahu apakah mereka tewas atau terluka," tambahnya.
Insiden itu terjadi dua hari setelah sebuah bom magnet menghancurkan sebuah minibus di Kabul barat, menewaskan dan melukai beberapa orang dalam serangan yang kemudian diklaim oleh ISIS.
BERITA TERKAIT: