“Presiden AS Joe Biden mengirim Direktur CIA Burns ke Moskow untuk memperingatkan Kremlin bahwa AS memantau dengan cermat peningkatan jumlah pasukan di dekat perbatasan dengan Ukraina, dan untuk mencoba menentukan apa yang memotivasi tindakan Rusia itu,†CNN melaporkan pada Jumat (5/11).
Selain soal ketegangan dengan Rusia, Burns, selama kunjungan resmi dua hari itu, menyatakan keprihatinan bahwa Rusia dapat menggunakan ekspor gas sebagai kekuatan untuk menekan Ukraina dan negara-negara Eropa selama krisis energi.
Setelah bertemu dengan Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergei Naryshkin, Burn kemudian berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Mengatakan bahwa AS terus memantau setiap tindakan Rusia dan perkembangan di perbatasan.
"Penumpukan, ditambah dengan pemerasan energi, memang menunjukkan sikap Rusia yang lebih agresif," kata penasihat Zelensky, seperti dikutip dari
CNN. Foto-foto TV satelit yang diambil oleh Maxar Applied Sciences pada Senin lalu menunjukkan adanya tindakan dan penumpukkan pasukan Rusia yang dilengkapi dengan peralatan perang yang membuat para perwira AS khawatir. Foto-foto tersebut menunjukkan pasukan Rusia, tank dan artileri berkumpul di dekat kota Rusia Yelnya. Pemerintahan Biden khawatir, itu menjadi tanda-tanda adanya invasi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova langsung membantah kabar itu. Klaim bahwa Rusia mengumpulkan pasukan di perbatasan Ukraina, adalah palsu.
"Seolah-olah Rusia memindahkan semua pasukannya untuk siap bertempur di perbatasan Ukraina, itu adalah berita palsu, benar-benar palsu!" katanya.
uru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pun mencap laporan peralatan militer Rusia "dekat perbatasan dengan Ukraina" sebagai "berita palsu murahan."
BERITA TERKAIT: