Di hadapan lebih dari 120 pemimpin dunia yang berkumpul di KTT Perubahan Iklim atau COP26 di Glasgow pada Senin (1/11) waktu setempat, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan efek dari semakin buruknya kondisi planet ini sedang dirasakan dari kedalaman laut hingga puncak gunung.
Lautan lebih panas dari sebelumnya, dan hutan hujan Amazon mengeluarkan lebih banyak karbon daripada yang mereka serap. Sementara itu, empat miliar orang sudah merasakan dampak dari peristiwa yang berkaitan dengan perubahan iklim.
“Kenaikan permukaan laut meningkat dua kali lipat dari 30 tahun lalu,†imbau Guterres, seperti dikutip
New York Times.
"Sudah cukup kita membakar, mengebor, dan menambang lebih dalam. Kita menggali kuburan sendiri," tegasnya.
Berdasarkan konsensus ilmiah, kenaikan suhu global rata-rata harus dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius pada akhir abad ini, dibandingkan dengan tingkat sebelum Revolusi Industri.
Itu adalah ambang batas bahaya pemanasan global. Jika melebihi itu, maka akan terjadi gelombang panas yang mematikan, kekurangan air, gagal panen, dan runtuhnya ekosistem.
Untuk itu, Guterres mendorong negara-negara untuk tetap menjaga kenaikan suhu global rata-rata 1,5 derajat.
COP26 yang digelar setelah KTT G20 turut dihadiri oleh para pemimpin dunia seperti Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, termasuk Presiden Joko Widodo.
BERITA TERKAIT: