Sebagai wakil presiden pertama, Amrullah Saeh telah menyatakan diri menjadi penjabat presiden. Dalam berbagai pernyataannya, ia mendorong agar Taliban tidak melakukan kekerasan.
Dalam sebuah cuitan, ia berani menantang Taliban dengan mengatakan Afghanistan terlalu besar untuk diperintah oleh kelompok yang ia sebagai "militan" itu.
"Afghanistan terlalu besar untuk diperintah oleh militan Taliban dan terlalu besar untuk dicaplok Pakistan," cuitnya pada Kamis (19/8).
"Jangan biarkan sejarah Anda memiliki bab tentang penghinaan dan tunduk pada kelompok-kelompok teror," tambahnya.
Pernyataan Amrullah Saleh itu sebagai tanggapan atas cuitan mantan pejabat Gedung Putih, Michael Johns yang mengkritik penarikan diri pasukan AS secara tiba-tiba dan tidak rasional dari Afghanistan.
Saleh, yang merupakan penduduk asli Provinsi Panjshir, diyakini telah membangun Front Perlawanan Nasional Afghanistan melawan Taliban.
Saleh menerima pelatihan militernya dari Pakistan dan menjadi kepala Direktorat Keamanan Nasional pada tahun 2004, ketika Hamid Karzai menjadi presiden. Dia kemudian menjabat sebagai menteri dalam negeri di rezim Ashraf Ghani dan kemudian menjadi Wakil Presiden Pertama negara itu.
Amrullah Saleh sangat kritis terhadap dugaan peran Pakistan dalam konflik Afghanistan dan menyalahkan negara tetangga itu karena memicu krisis.
Afganistan jatuh ke dalam ketidakpastian setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada April bahwa ribuan tentara AS yang ada di negara itu selama 20 tahun terakhir akan ditarik. Beberapa minggu sebelum batas waktu penarikan, Taliban melancarkan serangan terhadap pasukan Afghanistan.
Dua bulan terakhir, dunia telah menyaksikan Taliban menguasai bagian-bagian Afghanistan hingga akhirnya merebut Kabul pada 15 Agustus.
BERITA TERKAIT: