Hingga saat ini belum terkonfirmasi ada warga Rusia yang terluka di bandara Kabul, di tengah perkembangan yang mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir. Namun begitu, Rusia merasa prihatin dengan warga sipil Afganistan yang terluka dan mereka yang ingin pergi meninggalkan negara itu tetapi tidak bisa.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan dalam briefing pada Kamis (19/8) bahwa Rusia akan menyiapkan layanan penerbangan sipilnya.
“Mengingat situasi bandara Kabul dan ketidakmampuan beberapa negara Barat untuk mengatur evakuasi, kami siap menyediakan layanan penerbangan sipil Rusia untuk mengevakuasi sejumlah warga negara Afghanistan, termasuk perempuan dan anak-anak, ke negara asing mana pun yang akan menunjukkan minat untuk menerima dan menampung mereka," kata Zakharova, seperti ikutip dari Tass.
Banyak dari warga sipil dan keluarganya yang kesulitan pergi dari Afghanistan padahal mereka merasa tidak aman lagi berada di negara itu. Rusia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap para pekerja Afghanistan -yang selama ini banyak membantu para diplomat dan pasukan asing selama berdinas di negara itu- yang kesulitan untuk pergi dari Afghanistan.
Zakharova mengatakan bahwa perwakilan dari otoritas baru di Afghanistan telah memberikan akses dan jaminan, meyakinkan Rusia bahwa tidak ada hambatan untuk datang dan memberangkatkan warga dengan pesawat sipil Rusia.
"Keamanan pesawat, awak, dan penumpangnya telah dijamin," tambah Zakharova.
BERITA TERKAIT: