Kantor media Mehr memuat, sebuah quadcopter digunakan dalam upaya untuk menyabotase bangunan AEO. Namun upaya tersebut gagal dan quadcopter tersebut berhasil ditembak jatuh pada Rabu pagi (23/6).
Saat ini otoritas Iran tengah menyelidiki upaya sabotase tersebut.
Sebelumnya kantor berita ILNA, terdapat laporan serangan pesawat tak berawak menargetkan kompleks Industri Farmasi Barakat di Karaj, yang sedang mengembangkan vaksin virus corona. Tetapi laporan tersebut dihapus.
Editor ILNA, Fatemeh Mahdiani mentweet, laporan itu dihapus setelah agen keamanan menelepon kantor berita dan memberi tahu bahwa targetnya adalah gedung AEO yang terletak di sebelah kompleks Barakat, dan tidak ada kerusakan yang terjadi.
Beberapa hari sebelumnya, Iran mengumumkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr mengalami penutupan darurat karena kendala teknis.
AEO menyatakan PLTN akan terhubung kembali ke jaringan listrik dalam hitungan hari. Namun hingga Selasa (22/6), perbaikan di PLTN Bushehr masih berlangsung.
Upaya sabotase terhadap infrastruktur milik AEO muncul di tengah negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran di Wina, Austria.
BERITA TERKAIT: