Pertemuan keduanya ditujukan untuk membahas ketegangan hubungan kedua negara dengan sejumlah isu yang menjadi penyebab perselisihan.
Kendati begitu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi atas pertemuan Putin dan Biden. Walaupun ia mengakui bahwa pertemuan tersebut sangat penting.
"Dan saya ingin menekankan bahwa terlepas dari apa yang coba dikaitkan oleh Barat kepada kita, kita selalu tertarik pada hubungan pragmatis yang saling menguntungkan dengan semua orang termasuk Barat sendiri, baik itu AS atau sekutu NATO atau Uni Eropa," ujar Lavrov, seperti dimuat
Sputnik.
Lavrov mengatakan, Moskow berharap Washington akan berintrospeksi atas kesalahannya di masa lalu sebelum pertemuan tersebut.
"Ngomong-ngomong, kami tidak memiliki ambisi negara adikuasa, tidak peduli bagaimana seseorang meyakinkan diri mereka sendiri dan semua orang sebaliknya. Kami tidak memiliki keinginan mesianis yang dengannya rekan-rekan Barat kami mencoba menyebarkan agenda nilai demokrasi mereka ke seluruh planet ini," lanjutnya.
Sebelumnya, jurubicara Kremlin Dmitry Peskov juga memperingatkan agar tidak ada ekspektasi yang meningkat dari pertemuan antara Putin dan Biden.
Ia menekankan bahwa kedua negara tidak setuju pada banyak hal sehingga tidak ada alasan untuk mengharapkan kemajuan apa pun dalam pertemuan itu.
BERITA TERKAIT: