Kerusuhan yang dipelopori oleh ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu diketahui sempat mengganggu jalannya sidang kongres yang dilakukan untuk mengesahkan kemenangan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden.
"Pada saat itu, yang memimpin sidang (di Capitol Hill) adalah Ketua Senat Mike Pence, yang tidak lain adalah wakil presiden Trump. Ini karena memang ketentuan Amerika Serikat, yang harus jadi Ketua Senat adalah wakil presiden," terang diplomat senior Dr. Nazar Nasution SH, MA dalam program mingguan
RMOL World View bertajuk
"Transisi Politik Amerika Serikat" yang dilaksanakan pada Senin (11/1).
Sayangnya, sambung Nazar, Trump yang masih menjabat sebagai orang nomor satu di Amerika Serikat pada saat itu justru tidak melakukan banyak tindakan tegas terkait kerusuhan tersebut. Sehingga dia seakan membiarkan berlangsungnya kerusuhan tersebut.
"Ini adalah sesuatu yang agak unik. Bagaimanapun, beliau masih jadi presiden yang berwenang dan justru tidak melakukan tindakan apapun menghadapi kerusuhan itu. Padahal, harusnya ada tindakan yang dilakukan," jelasnya.
Kerusuhan itu pun ditangapi oleh sejumlah pihak terkait di Amerika Serikat. Biden menilai bahwa ini tidak lain adalah bentuk pemberontakan. Sedangkan Jaksa Agung Amerika Serikat menyerukan agar Pence sebagai Ketua Senat mengaktifkan Amandemen ke-25 dari konstitusi Amerika Serikat untuk memakzulkan Trump sebagai presiden.
"Apabila presiden dimakzulkan, maka Trump jika dia ada niat untuk maju kembali sebagai calon presiden tahun 2024 misalnya, tidak akan mungkin lagi. Karena sudah dimakzulkan, artinya, sudah dilakukan tindakan yang secara hukum, secara konstitusional merupakan bentuk hukuman terhadap yang bersangkutan," papar Nazar yang juga merupakan Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Meski begitu, belum tentu langkah pemakzulan diambil, mengingat masa jabatan Trump sendiri di kursi presiden Amerika Serikat hanya tinggal hitungan hari. Pada tanggal 20 Januari mendatang, Biden dipastikan akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46.
BERITA TERKAIT: