Departemen Kepolisian Metro Nashville mengatakan bahwa percaya ledakan tersebut adalah sebuah tindakan yang disengaja. Juru bicara kepolisian Don Aaron mengatakan ledakan terjadi pada pukul 06:30 waktu setempat. Ledakannya cukup besar hingga menghancurkan kaca serta merusak bangunan sekitarnya.
“Tiga orang dibawa ke rumah sakit daerah untuk perawatan," katanya seperti dikutip dari
AP, Jumat (25/12).
Ledakan itu juga menyebabkan padamnya listrik dan jaringan telepon, termasuk sistem darurat polisi, serta mengacaukan lalu lintas perjalanan.
Polisi dan petugas pemadam kebakaran berada di lokasi kejadian, begitu pula para penyelidik dari FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak.
“Saat ini, ini adalah masalah keamanan publik, untuk memastikan semua orang bertanggung jawab dan untuk memastikan penyebaran api tidak lebih jauh,†kata Michael Knight, juru bicara ATF di Nashville.
Pasca ledakan, asap hitam dan kobaran api terlihat mengepul dari wilayah yang dipenuhi dengan bar, restoran, dan tempat ritel lainnya dan dikenal sebagai jantung pusat turis di pusat kota Nashville itu.
Buck McCoy, yang tinggal di dekat daerah tersebut, memposting video di Facebook yang menunjukkan air mengalir ke langit-langit rumahnya.
Alarm terdengar berbunyi di latar belakang berbaur dengan tangisan orang-orang dalam keadaan panik. Api terlihat berkobar hingga ke jalanan. McCoy mengatakan jendela rumahnya sepenuhnya ikut hancur karena ledakan tersebut.
“Semua jendelaku, semuanya tertiup ke kamar sebelah. Jika saya berdiri di sana, itu akan sangat mengerikan,†katanya.
“Rasanya seperti bom. Itu sebesar itu,†lanjutnya.
“Ada sekitar empat mobil yang terbakar. Saya tidak tahu apakah sangat panas mereka hanya terbakar, dan pohon-pohon semua hancur berantakan,†demikian McCoy.
BERITA TERKAIT: