Dilaporkan
Daily Telegraph pada Rabu (16/12), disinfektan itu dinamai Virusend dan akan dijual untuk masyarakat umum dengan harga 7,99 pound sterling atau setara dengan Rp 153 ribu.
Sebanyak 50 ribu botol Virusend saat ini tengah dibagikan kepada anggota militer Inggris yang bekerja di stasiun pengujian virus corona.
Pengembangan Virusend sendiri dilakukan oleh Pritchard Spray Technology dengan menggunakan dana hibah militer dan pemerintah.
"Semprotan perintis ini akan mengubah cara kita memerangi (virus) ini dan semua pandemi di masa depan. Ini benar-benar kolaborasi unik yang menampilkan apa yang kami dapat capai," kata CEO Pritchard, Michael Pritchard.
Virusend menggunakan udara bertekanan daripada gas propelan yang mudah terbakar, dan sudah diujicobakan di Liverpool School of Tropical Medicine (LTSM).
Menurut Dr. Grant Hughes dari LTSM, terjadi penurunan signifikan pada virus setelah satu menit disinfekstan melakukan kontak.
Selain itu, Virusend juga digunakan di Leeds Teaching Hospitals NHS (National Health Service) yang digunakan oleh pasien virus corona, dan sayap lain termasuk ruang operasi.
"Jika uji klinis berhasil, kami berharap teknologi ini akan tersedia secara luas untuk membantu melindungi staf dan pasien kami," pungkas Direktur Koperasi MedTech Bedah Institut Penelitian Kesehatan Nasional, Prof. David Jayne.
BERITA TERKAIT: